hari ini tepat sebulan aku menjalani hidup tanpamu. selama sebulan ini kau terlihat baik-baik saja, sangat amat berbanding terbalik denganku. bahkan kau terlihat sangat bahagia menunggu mantan kekasihmu itu yang amat kau sayangi. begitu bodohnya aku yang tidak sadar kalau kau masih memendam rasa kepadanya selama ini. benar kata orang kalau cinta itu buta. karena cinta aku tak bisa melihat keburukan-keburukanmu. namun kini ku telah tau semuanya.
tetapi, memang dasarnya aku wanita yang sangat bodoh dan lugu. yang tidak bisa menerima kepergianmu. yang tidak bisa sadar akan semua kelakuanmu yang sangat jahat. bodohnya aku yang masih saja mencintaimu.
aku sebal ketika semua orang menanyakan hubungan aku dan kamu yang sekarang. iya, aku dan kamu tak ada lagi 'kita' untuk sekarang dan kedepannya.
salahkah jika aku masih mencintaimu? kau begitu hebat membuatku seperti ini. dan aku terlalu cemen karena tak bisa membuatmu lupa dengan kesayanganmu itu.
aku rindu, rindu pada semua tentang kita.
semua teman dan keluarga ku melarang aku berhubungan lagi denganmu. bahkan, mamahku yang dulu sangat baik kepadamu pun sekarang menjadi orang yang sangat benci padamu. mamah berkata "enak sekali dia menyakitimu, gatau apa seberapa susahnya mamah ngelahirin kamu dan ngebesarin kamu? dia dengan enaknya nyakitin kamu". ternyata dia tidak hanya menyakiti perasaanku tetapi perasaan seorang malaikatku. sungguh teganya dirinya.
kau mau tau kenapa mereka segitu sebalnya denganmu? karena kau dengan seenaknya mengajak mantan kekasihmu balikan sehari setelah kau bilang hubungan kita cukup sampai disini. kau tau gimana rasanya? coba kau ambil pisau lalu kau goreskan dipipimu kalau bisa semua badanmu, ya begitu rasanya. sakit. perih.
sampai aku saja tidak percaya kau berbuat seperti itu padaku. sejak saat itu aku sangat membencimu. aku langsung menghapus semua kenangan tentangmu.
tetapi ternyata semua hanya beberapa saat. ternyata dibeberapa hari kemudian, aku amat sangat merindukanmu. merindukanmu. rindu. sangat amat rindu. menahan rindu sendirian. ingin sekali aku mencurahkan segalanya padamu setelah itu aku akan menangis dipelukanmu. tetapi itu semua hanya harapan.
dan, kau datang kepadaku menanyakan apakah kita masih sahabatan? dan kenapa aku berubah menjadi jutek padamu? hei, apa kau tidak sadar semua nya itu karenamu. karena kelakuanmu yang semau mu itu.
diwaktu yang bersamaan aku merasakan dua rasa kepada orang yang sama, yaitu cinta dan benci.
selamat tinggal 26ku☺